Jumat, 29 Juli 2016

Zakir Naik Buktikan Kitab Suci Semua Agama Gagal Diuji, Kecuali Al-Qur’an, Allahu Akbar!! Silakan Share!!

Video dialog antara Dr. Zakir Naik dan penanyanya selalu membuat kita berdecak kagum. Betapa tidak, argumen-argumen Cendekiawan Muslim itu selalu membuka tabir kebenaran Islam dengan sangat logis dan mudah dicerna nalar. Termasuk saat ia membuktikan bahwa semua kitab suci dari seluruh agama di muka bumi ini gagal diuji kebenaran mutlaknya, kecuali Al-Qur’an. 

Berikut dialog Dr. Zakir Naik yang Arrahmah kutip dari transkripsi video pada Youtube oleh Baitul Maqdis, Selasa (11/8/2015).
Pertanyaan : Masing-masing agama yang ada sekarang ini mengklaim ilmiah terhadap masing-masing agamanya. Seperti Sri Ravi Shangkar mengklaim ilmiah terhadap agama hindunya. Baba Ramdev dengan agamanya. Dan juga tokoh-tokoh agama kristen mengklaim agamanya sangat ilmiah. Begitu juga dalam islam, bagaimana anda menjawab pertanyaan ini?
Dr.Zakir Naik menjawab :
Anda sering mendengar kata “Ilmiah” dari saya, Sedangkan Baba Ramdev juga mengatakan bahwa agamanya Ilmiah. Sri Ravi Shangkar juga mengklaim agamanya ilmiah. Bukankah ini membuktikan teori Agama tidak lebih hebat dari penelitian Sains? (karena semuanya bersandar kebenarannya pada teori sains).
Tentang itu, saya setengah setuju dan setengah lagi tidak setuju denganmu. Jika kamu mengklaim sebuah ajaran sebagai firman Tuhan, maka ajaran itu harus bisa teruji disetiap masa dan waktu.
Sebelum ini adalah zamannya mukjizat. Dan Al-Qur’an adalah mukjizat dari segala mukjizat. Kemudian datanglah zaman puisi dan literatur. Cendekiawan muslim dan non muslim dari kalangan Arab setuju bahwa Qur’an adalah literatur bahasa Arab terbaik di muka Bumi.
Namun, zaman sekarang adalah zamannya sains. Jika kau menganalisis Al-Qur’an dengan sains, maka kitab ini begitu sempurna. Tapi dimasa mendatang, bisa jadi orang-orang tidak lagi percaya pada sains.
Jika di zaman sekarang aku memberitahumu, “Sebuah kitab suci bercerita secara puitis bahwa bumi itu datar”, apakah kamu akan percaya? Pasti tidak percaya. Karena zamannya sekarang bukanlah zamannya para penyair. Namun kamu bisa dapati bahwa Al-Qur’an itu sangat puitis, penuh dengan mukjizat, dan Ilmu Sains yang sangat ilmiah. Di masa depan mungkin zamannya beda lagi.
Untuk menjawab pertanyaan kamu. Kamu katakan bahwa Baba Ramdev berkata agamanya ilmiah. Kuceritakan, bahwa aku pernah berdebat dengan dokter William Cambell, seorang dokter medis bergelar M.D. (Doktor). Ia berkata bahwa Bible itu ilmiah. Aku bukanlah orang yang suka mengkritik ajaran agama orang lain. Tapi, Dr.dr.William Cambell menulis sebuah buku mengatakan bahwa ada lebih dari 30 kesalahan ilmiah dalam Al-Qur’an. Buku ini juga sangat populer, tapi tidak ada responnya.
Sebab itu, aku pergi ke Chicago pada 1 April tahun 2000 untuk melakukan diskusi dengan Dr. William Campbell tentang “Qur’an and Bible in the Light Of Science“. Dalam diskusi itu saya telah menjawab semua tuduhannya. Tapi ketika aku menunjukkan 38 kesalahan ilmiah dalam Bible, sebenarnya ada lebih dari ribuan kesalahan ilmiah dalam Bibel. Aku hanya menunjukkan 38 kesalahan, tapi dia tidak bisa menjawab satupun darinya. Jadi ketika kita berdebat kita akan tahu seberapa ilmiahkah sebuah agama. Hanya karena Bibel mengatakan 10 hal ilmiah, hai ini tidak menjadikan Kitab Bibel itu benar (firman Tuhan).
Kita harus menganalisa semuanya, jika didapati satu hal yang tidak ilmiah didalamnya, maka itu sudah menjadi cukup bukti bahwa Bibel bukanlah firman Tuhan.
Aku menantang semua orang, untuk menunjukkan satu hal saja yang tidak ilmiah dalam Al-Qur’an, berupa fakta ilmiah, bukan hipotesis. Satu ayat saja dalam Al-Qur’an yang bertentangan dengan ilmu pengetahuan dan sudah menjadi fakta.
Aku telah banyak menjelaskan hal-hal yang tidak ilmiah dalam Bible. Dan juga aku bisa jelaskan
banyak hal yang tidak ilmiah dalam Wedha. Lalu aku tantang seluruh tokoh-tokoh agama, seperti Dr.dr.Willliam Campbell, Benny Hinn, Billy Graham agar meraka datang dan membuktikan bahwa yang aku katakan salah.
Sebagai contoh saja, Wedha berkata bahwa matahari berputar mengelilingi bumi. Tentu ini tidak sesuai dengan fakta ilmiah sekarang. Ini membuktikan bahwa dalam kitab Wedha memang ditemukan ayat yang membicarakan tentang Sains. Jika ada ribuan ayat dalam kitab itu, 50 persennya membicarakan sains dan 50 persen lagi darinya bertentangan dengan fakta ilmiah sains, maka aku tidak akan percaya pada kebenaran kitab suci itu.
Jadi ketika anda melakukan uji ilmiah terhadap semua kitab agama yang ada, maka kamu akan mendapatkan seluruh kitab agama itu gagal kecuali Al-Qur’an.
Aku yang mengatakan itu, karena aku adalah akademisi dalam bidang perbandingan ilmu agama. Jadi, ketika anda melakukan uji sains, hal itu tidak berarti kitab lain tidak punya fakta ilmiah. Mereka juga punya!. Tapi itu telah tercampur. Seperti yang kukatakan, Bibel mungkin juga punya fakta ilmiah. Ayat-ayat di Bibel yang sesuai dengan sains mungkin adalah firman Tuhan, tapi yang tidak sesuai dengan fakta sains, mungkin juga karena kesalahan, interpolasi atau ayat yang dipalsukan.
Allah berfirman : … Bagi tiap-tiap masa ada Kitab (yang tertentu)”. Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), … ( Qs. Ar-Ra’du : 38 – 39)
Ada 4 kitab suci yang disebut dalam Al-Qur’an. Taurat, Zabur, Injil dan Al-Qur’an. Taurat adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s. Injil adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Isa a.s. Zabur adalah kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Daud. Sedangkan Al-Qur’an, kitab suci yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. Tapi, sebenarnya ada banyak sekali wahyu yang diturunkan sebelum 4 kitab suci itu diturunkan.
Karena sangat banyak sekali jumlah Nabi yang berjumlah 124 ribu Nabi, dan 25 diantaranya disebutkan dalam Al-Qur’an nama-namanya.
Namun semua wahyu yang datang sebelum Al-Qur’an hanya diperuntukkan untuk kaum tertentu pada saat itu. Seperti Injil, kitab suci yang hanya diperuntukkan untuk Bani Israil dan tidak diperuntukkan untuk seluruh umat manusia. Makanya Tuhan tidak menjaganya sampai ke zaman sekarang. Begitu juga dengan kitab-kitab yang lain selain Al-Qur’an. Karena Al-Qur’an diturunkan bukan untuk orang arab saja, tapi untuk seluruh umat manusia dimana saja mereka berada.
Sebagaimana diberitahukan Allah dalam firman-Nya :
Dan Kami tidak mengutusmu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya, sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada menge-tahui.[QS. Saba’, 34: 28]
Karena Al-Quran diturunkan untuk seluruh umat manusia selama-lamanya, maka Tuhan pun selalu menjaga keasliannya. Sebab itu kita semua tidak akan mendapatkan sedikitpun kesalahan dalam Al-Qur’an. Namun, kitab-kitab suci lain bisa jadi benar firman Tuhan, namun telah diubah-ubah oleh manusia. Karena kitab-kitab itu tidak diperuntukan kepada seluruh manusia, maka Allah tidak menjaganya.
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Quran, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya”.
(Qs: Al-Hijr: 9)
Inilah perbedaan mendasar Al-Qur’an dengan kitab-kitab lain. Ketahuilah bahwa seluruh nabi-nabi sebelum diutusnya Nabi Muhammad, seperti, Adam, Yesus, Musa, Ibrahim dan yang lainnya, mereka diutus hanya untuk kaummnya pada saat itu saja. Karena kami tetap menghormati dan mencintai mereka. Karena kita hidup di zaman Nabi Muhammad, maka kita harus mengikutinya. Sebab ia adalah penutup para Nabi dengan wahyu yang terakhir yaitu Al-Qur’an.
Jadi Al-Qur’an lah yang patut dibanggakan bukan sains/teknologi. Karena Al-Qur’an lebih dulu ada sebelum fakta sains dan teknologi diciptakan.
Al-Qur’an adalah kitab penuh dengan mukjizat, literatur bahasa arab terbaik dan sesuai dengan sains. Mungkin dimasa depan zamannya berbeda lagi. Tidak seperti sekarang yang seakan kebenaran selalu diukur dengan sains dan teknologi. Tapi bagaimanapun kondisi masa depan, maka Al-Qur’an sebagai firman Tuhan akan membuktikan kebenaran dirinya.

70 Ribu Malaikat Beristigfar dan Mendoakan Manusia Bila Melakukan Amalan Sederhana Ini

Malaikat adalah satu diantara makhluk Allah SWT yang selalu melaksanakan ibadah kepada-Nya. Kelompok yang di ciptakan dari sinar ini dipercayai mempunyai kesucian serta terlepas dari dosa.


Nyatanya malaikat sering mendoakan serta beristigfar untuk manusia. Tetapi tak asal-asalan, mereka bakal pilih manusia yang lakukan amal kebaikan saja. Bukan sekedar satu, manusia bahkan juga dapat memperoleh doa dari 70 ribu malaikat sekalian.

Amalan untuk menghadirkan nikmat ini termasuk enteng. Tetapi keutamaannya pasti begitu besar dibanding dengan doa serta istigfar yang dikerjakan manusia. Lalu apa amalan simpel yang bikin 70 ribu malaikat beristigfar serta berdoa untuk manusia?

Nyatanya amalan itu yaitu menjenguk orang yang sakit. Aksi ini berkesan simpel, manusia menyisikan sedikit waktunya untuk melhat saudara atau kerabatnya yang tengah sakit. Tetapi, nyatanya hal semacam ini mempunyai keutamaan yang begitu besar. Sejumlah 70 ribu malaikat bakal mendoakan kebaikannya dan beristigfar serta memohon ampun untuk manusia itu.


Aksi menjenguk orang sakit ini adalah satu diantara bentuk kasih sayang pada sesama manusia. Hal semacam ini bakal beresiko baik pada psikologis orang yang menanggung derita sakit. Hingga bakal menumbuhkan sikap optimis orang yang sakit serta bakal beresiko pada kesembuhan mereka.

“Tidaklah seseorang muslim yang menjenguk muslim yang lain pada pagi hari terkecuali ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya sampai sore hari. Apabila menjenguknya di sore hari, ada 70 ribu malaikat yang mendoakannya sampai pagi, serta baginya satu kebun di surga. ” (HR. Al-Tirmidzi serta dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahih al-Tirmidzi).

Siapa jenguk orang sakit pada pagi hari, duduk disebelahnya menghiburnya, mendoakan kesembuhan untuk dia, jadi 70 ribu malaikat memohonkan ampunan untuk dia hingga tiba saat sore. Amalan enteng namun mempunyai keutamaan yang begitu besar. Ini lantaran orang tadi tunjukkan karakter rahmat (kasih sayang) pada sesamanya hingga Allah juga limpahkan rahmat-Nya padanya.

Dari Jabir bin Abdillah, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Siapa yang mejenguk orang sakit, ia selalu dalam naungan rahmat hingga duduk. Jadi jika ia duduk, ia terbenam ke dalamnya. ” (HR. Ahmad. Dishahihkan Al-Albani dalam al-Silsilah al-Shahihah, no. 2504)

Karakter mulia ini masuk dalam keumuman sabda Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam

“Orang-orang yang penyayang pasti bakal disayangi juga oleh ar-Rahman (Allah). Jadi sayangilah masyarakat bumi pasti penghuni langit juga bakal menyayangi kalian. ” (HR. Ahmad)

Doa serta istigfar dari malaikat ini adalah kasih sayang mereka pada manusia. Istighfar beberapa malaikat lebih kuat dikabulkan lantaran mereka mendoakan dari tempat yg tidak diliat serta tak di ketahui manusia yang didoakannya. Serta doa semaca ini, dalam hadits shahih, lebih kuat dikabulkan. Ini tak lain, lantaran malaikat lihat dosa-dosa yang dikerjakan manusia serta mereka juga paham efek jelek akibatnya karena dosa-dosa itu. Hingga istighfar untuk golongan mukminin yang lebih dulu mereka kerjakan, lalu doa-doa kebaikan buat mereka.

Hal semacam ini pasti tidak sama dengan manusia, yang tidak sering mendoakan sesamanya, bahkan juga doa yang terlontar kadang-kadang malah beberapa hal jelek yang diperuntukkan pada sesama manusia. Bahkan juga, kadang-kadang, ada orang yang tega mendoakan keburukan pada dianya, istrinya, anaknya, serta hartanya. 

Profesor Thailand Ini Mantap Masuk Islam Setelah Membaca Ayat Tentang 'Kulit' Di Al Qur'an

Profesor Thailand Ini Mantap Masuk Islam Setelah Membaca Ayat Tentang 'Kulit' Di Al Qur'an, Adalah Profesor Tejatat Tejasen yang mengikrarkan dua kalimat syahadat ketika sedang mengikuti Konferensi Kedokteran internasional ke-5 yang diadakan di Riyadh, Saudi Arabia.




Profesor Tejatat Tejasen yang merupakan Ketua Jurusan Anatomi di Chiang Mai, Universitas Thailand ini menyatakan menjadi seorang Muslim karena kagum dengan ayat yang berbicara mengenai 'Kulit' di Al Qur'an.

Kami menanyakan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan keahlian Profesor Tejatat Tejasen.

Salah satu pertanyaan itu menyinggung tentang penemuan terbaru dalam hal dermatologi tentang sifat-sifat kulit sebagai salah satu alat panca indera.

Setelah itu salah satu peserta menjelaskan kepada Profesor Tejasen:

"Anda akan tertarik untuk mengetahui isi kitab ini, Al-Quran, sebagai referensi pada 1400 tahun yang lalu yang menyinggung tentang persoalan hukuman bagi orang yang tidak beriman atau kafir terhadap ayat-ayat Allah yaitu akan masuk neraka yang dipenuhi api. Dalam hal ini dinyatakan bahwa ketika kulit mereka mengalami kerusakan, Allah membuat kulit lain untuk mereka sehingga mereka merasakan hukuman balasan di dalam neraka itu."

Ayat ini menunjukkan pengetahuan yang baru saja diketahui oleh ilmu pengetahuan modern tentang bagian terakhir dari urat syaraf dalam kulit :

إِنَّ الَّذينَ كَفَروا بِـٔايٰتِنا سَوفَ نُصليهِم نارًا كُلَّما نَضِجَت جُلودُهُم بَدَّلنٰهُم جُلودًا غَيرَها لِيَذوقُوا العَذابَ ۗ إِنَّ اللَّهَ كانَ عَزيزًا حَكيمًا

"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan mereka ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana."  (QS an-Nisa : 56)

Kami menanyakannya:

"Jadi Anda setuju bahwa ayat ini referensi tentang pentingnya bagian terakhir dari urat syaraf dalam perasaan kulit, 1400 tahun yang lalu?"

Profesor Tejasen menjawab:

"Ya, saya setuju."

Pengetahuan tentang perasaan kulit ini telah diketahui lama dan sudah tertulis di Al Quran 14 abad lalu sebelum ilmu pengetahuan modern mengetahuinya, sebab hal ini dikatakan jika seseorang berbuat salah, kemudian dia akan dihukum dengan menghanguskan kulitnya dan kemudian Allah akan menggantinya dengan kulit baru, yang menutupi mereka agar mereka tahu bahwa dia disiksa kembali.

Hal ini berarti Al Qur'an beberapa abad yang lalu tahu bahwa rangsangan perasaan sakit pasti ada di kulit, sehingga mengatakan kulit mereka akan diganti dengan kulit yang baru. Kulit adalah pusat kepekaan luka bakar. Oleh karena itu, jika kulit telah terbakar api seluruhnya, maka akan kehilangan kepekaannya (tidak akan merasakan sakit lagi).

Dengan berdasar alasan inilah maka Allah akan menghukum orang-orang kafir di hari kiamat dengan mengembalikan kulit mereka ke keadaan semula secara terus menerus, sebagaimana Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia berfirman dalam Al­ Qur'an surat an-Nisa : 56.

Profesor Thailand Ini Mantap Masuk Islam Setelah Membaca Ayat Tentang 'Kulit' Di Al Qur'an


Kami menanyakan kepada Profesor Tejatat Tejasen pertanyaan sebagai berikut:

"Apakah mungkin ayat-ayat al-Quran ini datang dari Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dari sumber manusia?"

Profesor Tejasen kemudian mengakui bahwa ayat-ayat al-Quran tidak mungkin bersumber dari manusia. Akan tetapi dia masih menanyakan tentang sumber ilmu pengetahuan itu dan dari mana Nabi Muhammad kemungkinan menerima ayat-ayat itu? Kami menjawab:

"Dari Allah, Yang Maha Agung dan Maha Mulia."

Kemudian dia bertanya:

"Siapakah Allah itu?"

Kami menjawab:

Dia adalah pencipta Alam semesta ini. Jika Anda mendapatkan kebijakan maka hal ini  datang dari satu-satunya Yang Maha Bijaksana. Jika anda mengetahui pengetahuan dalam penciptaan alam semesta ini, menunjukan Dialah pencipta alam semesta. Jika Anda mendapatkan kesempurnaan komposisi dari ciptaan-Nya, inilah bukti bahwa Dialah Tuhan Yang Maha Sempurna. Dan jika Anda mendapatkan kemurahan hati kemudian memberikan kesaksian ini pada kenyataan bahwa penciptaan itu dimiliki sebagai satu kesatuan tata tertib dan menghubungkan bersama dengan kuat, inilah bukti bahwa ciptaan Sang Pencipta, Allah Yang Maha Agung dan Maha Kuasa.

Pada sesi akhir Konferensi Kedokteran ke-5 yang diselennggarakan di Riyadh, Profesor Tejasen berdiri dan berkata:

"Pada hari ketiga tahun-tahun terakhir ini, saya menjadi tertarik mempelajari al-Quran yang mana Syeikh Abdul Majid az-Zindani berikan kepada saya. Tahun lalu, saya mendapati tulisan Profesor Keith Moore terakhir dari Syeikh. Dia meminta saya menerjemahkan ke dalam bahasa Thai dan memberikan sedikit kuliah kepada Muslim di Thailand. Saya telah memenuhi permintaannya. Anda dapat melihatnya dalam video tape yang saya berikan kepada Syeikh sebagai sebuah hadiah. Dari penelitian saya dan apa yang saya pelajari secara keseluruhan dalam konferensi ini, saya percaya bahwa semuanya yang telah tertulis di dalam al ­Qur'an pasti sebuah kebenaran, yang dapat dibuktikan dengan peralatan ilmiah. Sejak Nabi Mubammad SAW yang tidak dapat membaca maupun menulis, Muhammad pasti seorang utusan yang menyiarkan kebenaran yang diturunkan kepadanya sebagai seorang yang dipilih oleh Sang Pencipta. Pencipta ini pasti Allah atau Tuhan. Oleh karena itu, saya berpikir inilah saatnya saya mengucapkan kalimat "Laa illaha illallah (Tiada Tuhan selain Allah) Muhammad Rasul Allah (Muhammad adalah utusan Nya). "

Dan inilah rekaman video beliau dalam Konferensi Kedokteran ke-5 pada sesi terakhir, dimana beliau berdiri memberikan Scientists Comment kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat:




سَنُريهِم ءايٰتِنا فِى الءافاقِ وَفى أَنفُسِهِم حَتّىٰ يَتَبَيَّنَ لَهُم أَنَّهُ الحَقُّ ۗ أَوَلَم يَكفِ بِرَبِّكَ أَنَّهُ عَلىٰ كُلِّ شَيءٍ شَهيدٌ

"Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segenap ufuk dan pada diri mereka sendiri, sehingga jelaslah bagi mereka bahwa Al Qur'an itu adalah benar. Dan apakah Tuhanmu tidak cukup (bagi kamu) bahwa sesungguhnya Dia menyaksikan segala sesuatu?" (QS.41. Fushshilat 53 )

Dr. Tejatat Tejasen is the Chairman of the Department of Anatomy at Chiang Mai University, Chiang Mai, Thailand. Previously, he was the Dean of the Faculty of Medicine at the same university.

During the Eighth Saudi Medical Conference in Riyadh, Saudi Arabia, Professor Tejasen stood up and said:

"During the last three years, I became interested in the Quran.... From my study and what I have learned from this conference, I believe that everything that has been recorded in the Quran fourteen hundred years ago must be the truth, that can be proved by the scientific means. Since the Prophet Muhammad could neither read nor write, Muhammad must be a messenger who relayed this truth, which was revealed to him as an enlightenment by the one who is eligible [as the] creator. This creator must be God. Therefore, I think this is the time to say La ilaha illa Allah, there is no god to worship except Allah (God), Muhammadur rasoolu Allah, Muhammad is Messenger (Prophet) of Allah (God). Lastly, I must congratulate for the excellent and highly successful arrangement for this conference.... I have gained not only from the scientific point of view and religious point of view but also the great chance of meeting many well-known scientists and making many new friends among the participants. The most precious thing of all that I have gained by coming to this place is La ilaha illa Allah, Muhammadur rasoolu Allah, and to have become a Muslim."


Hanya orang-orang yang mau berpikir saja yang akan mendapat hidayah..